Kamis, 20 Desember 2012

PERAWATAN DAN PERBAIAKAN SISTEM PENDINGINAN PADA MESIN MOBIL



Lembar Peryataan
Saya yang di bawah  ini,
           
Nama   : Shofi Rismanandi
Nim     : 110511427077

           
            Menyatakan dengan ini bahwa buku yang saya buat adalah murni buah karya saya sendiri dan tidak ada unsur plagiat meniru karya orang lain. Apabila dikemudian hari terbukti melakukakan plagiat, saya bersedia mengulangi matakuliah ini.


                                                                                                                                    Penulis

                                                Shofi Rismanandi












KATA PENGANTAR

              Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, hidayah dan kenikmatan yang tidak akan pernah terhitung banyaknya yang mana telah memberikan kelancaran bagi saya untuk menyusun buku dengan judul REPARASI SISTEM PENDINGINAN MESIN MOBIL ini sebagai tugas mata kuliah Perawatan Mesin yang di bina oleh Bapak Putut Murdanto.
              Buku ini ditujukan untuk para pembaca guna menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang otomotif, khususnya pada bagian sistem pendinginan mesin mobil.
              Semoga apa yang telah saya buat dalam buku ini bisa memberikan manfaat kepada saya serta kepada para pembaca yang budiman. Saya sangat menyadari bahwa apa yang telah saya buat di dalam buku ini masih sangat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu saya berharap dengan sangat kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca yang budiman untuk kesempurnaan penyusunan buku dari saya kedepan.


Malang, Desember 2012

Penyusun
Shofi Rismanandi





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................                  i
LEMBAR PERNYATAAN....................................................................................                  ii
BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................      1
BAB 2 JENIS PENDINGINAN BESERTA KOMPONEN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL .........................................................................................................                                 2
A.    JENIS PENDINGINAN ........................................................................     2
1.      Pendinginan Udara (Pendinginan Langsung) ....................................      2         
2.       Pendinginan Air (Pendinginan Tidak Langsung) .............................       3

B.     KOMPONEN SISTEM PENDINGIN ................................................      3         
1.      Pendingin udara ................................................................................       3
2.      Pendingin Air ....................................................................................       3

BAB 3 CARA KERJA KOMPONEN ..................................................................       16
A.    TUTUP RADIATOR ..........................................................................       16
1.      Pengontrolan Berdasarkan Kenaikan Tekanan .............................        16
2.      Pengontrolan Berdasarkan Penurunan Tekanan ...........................        17

B.     TERMOSTAT ....................................................................................        17
C.    POMPA AIR .......................................................................................        18
D.    RADIATOR ........................................................................................        19
E.     SISTEM PERINGATAN TEMPERATUR .....................................       20
1.      Jenis Sakelar ....................................................................................         20
2.      Jenis Tahanan Bervariabel ...............................................................         21







BAB 4  PERAWATAN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL ...............                    23
1.      Menguras seluruh isi Radiator .......................................................           23
2.      .Membilas Radiator ........................................................................          23
3.      Pengecekan Akhir ..........................................................................          24

BAB 5 SERVICE DAN PENYETELAN 25
1.      Pemeriksaan Visual ......................................................................            25
2.      Permukaan Air Radiator ...............................................................           26
3.      Sabuk Kipas ..................................................................................           27

BAB 6 PENAGANAN DARURAT RADIATOR MOBIL PADA SAAT MOBIL SEDANG DIGUNAKAN BERJALAN ......................................................                            29       
BAB 7 MERAWAT DAN MENCEGAH KEBOCORAN PADA RADIATOR .........................................................................................................................           31
                                   

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………....……......          33






BAB 1
PENDAHULUAN

            Mobil merupakan hal penting yang berhubungan dengan kegiatan manusia setiap hari. Mobil berfungsi sebagai alat transportasi. Dikalangan masyarakat umum, baik menengah ke bawah dan menengah keatas mungkin hampir setiap kepala keluarga memiliki alat transportasi berupa mobil ini. Mobil adalah kendaraan yang digerakkan oleh sebuah mesin. Tentunya, kendaraan ini memerlukan perawatan dan perbaikan khusus mengingat kegunaan dan fungsinya. 
            Di dalam buku ini, saya akan membahas tentang Sistim pendinginan pada mesin mobil.
Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal. Oleh karena itu, sistim pendinginanan pada mesin mobil sangat diperlukan.

BAB 2
JENIS PENDINGINAN BESERTA KOMPONEN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL

A.    JENIS PENDINGINAN
Mesin pembakaran dalam adalah suatu mesin panas yang selama beroprasi temperatur gas dalam ruang pembakaran bisa mencapai 2500 ºC. Disekitar ruang pembakaran bahan logam akan mencapai suhu sekitar 600 ºC. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu sistem pendinginan mesin. Cara pendinginann mesin yang dikenal selama ini adalah sebagai berikut :
1) Secara langsung (dengan sistem pendinginan udara)
2) Secara tidak langsung (kombinasi antara pendinginan air dan udara).
Kedua cara ini dapat menyerap 33% panas mesin ke atmosfer (udara luar) melalui atau dengan daya konveksi, yakni udara dihamburkan ke permukaan bahan logam yang panas. Bagaimanapun efisien mesin akan berkurang jika pemindahan panas semakin bertambah.
1.      Pendinginan Udara (Pendinginan Langsung)
Pendinginan udara digunakan jika panas dari mesin yang bekerja /berputar dilewatkan pada sirip, rusuk, atau fins ke udara luar. Dasar penggunaan sistem pendinginan ini tergantung pada hal–hal berikut.
a). Perbedaan temperatur antara panas mesin dengan udara sekitar
b). Luas permukaan dimana panas dikeluarkan/ disemburkan.
c). Tingkat aliran udara pada permukaan yang dikenai.
      2.   Pendinginan Air (Pendinginan Tidak Langsung)
dalam sistem pendinginan mesin dengan air, panas dilewatkan/ ditransfer ke air di sekitar ruang bakar dan silinder.
Air yang panas kemudian beredar menuju radiator. Air diteruskan melalui pipa radiator, panasnya ditransfer ke sirip radiator dimana panas tersebut disemburkanke udara. Air kemudian kembali ke mesin.
                        Beberapa faktor yang menentukan tingkat pendinginan adalah sebagai berikut :
a)       Perbedaan antara temperatur dan udara.
b)       Perbandingan aliran air.
c)       Luas permukaan kisi-kisi radiator.
d)      Perbandingan aliran udara.

B.     KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
1.      Pendingin udara
Pada umumnyajenis pendinginan mesin dengan udara mempunya sirip (rusuk) dan selubung serta sebuah kipas angin.
A.    Sirip/ Rusuk Pendingin
Dipasang atau dimasukkan pada kepala silinder dan badan silinder.
B.     Kipas/ Fan Radial
1)      Digerakkan oleh sebuah mesin pada poros atau sebuah sabuk V.
2)      Dipasang pada mesin dalam posisi dapat menyemprotkan udara luar.
C.    Selubung Panas
1)      Terbuat dari lembaran baja atau plastik.
2)      Dipasang pada mesin sedemikian rupa sehingga aliran udara dari kipas diarahkan langsung menuju bagian paling panas.

2.      Pendingin Air
Komponen yang digunakan dalam sistem pendingin air adalah sebagai berikut.
a) Radiator.
b) Pompa Air.
c) Jaket air dan penyumbat lubang.
d) Tutup radiator .
e) Pengukur panas.
f) Baling-baling dan selubung pengarah.
g) Selang karet dan penjepit/ klem selang.
h) Lampu peringata temperatur/ lampu tanda atau meteran.
i) Botol pelimpah/ penampung.


a.      Radiator
Radiator menerima air yang telah menjadi panas dari mesin. Air panas mengalir melalui pipa dan menyemburkan panasnya ke udara luar melalui sirip-sirip. Posisi radiator pada kendaraan tergantung pada posisi mesin, tetapi dalam beberapa hal aliran udara keluar perlu untuk efisiensi kerja.
Pada kendaraan bermesin depan, biasanya radiator diletakkan di depan mesin dalam posisi terbuka untuk sirkulasi udara melalui kisi-kisi di depan kendaraan. Bentuk radiator bisa merupakan aliran tegak.
Jenis aliran tegak
1)      Air mengalir dari tangki atas melalui bagian tengah ke tangki bawah.
2)      Pada umumnya kedalaman core/inti kurang dari lebarnya, jenis ini dipassang dibawah garis batas dari kendaraan modern.
3)      Pada jenis ini baut pengait/ pemasangan dihimpitkan pada baut penopang dalam.
4)      Jenis aliran menyilang.
5)      Air mengalir dari satu sisi yang lain dari radiator.
6)      Kedalaman rusuk (core) radiator kurang dibanding lebarnya sehingga dapat dipasang dibawah garis batas terendah pada kendaraan modern.
7)      Bautlah pengait atas dan bawah baut terletak diantara penopang dalam.


b.      Pompa Air
Pompa air mengedarkan air dari mesin ke radiator dan kembali lagi ke radiator untuk memastikan aliran yang positif. Pompa jenis sentrifugal digunakan untuk membuat air mengalir secara teratur tanpa memerlukan tenaga yang berlebihan untuk mengendalikannya.
Pada umumnya pompa dipasang/ ditopang di depan blok mesin dan dikendalikan oleh sabuk V atau sabuk gerigidari engkol mesin. Jalan masuk pompa dihubungkan ke radiator oleh selang bawah radiator. Jalan tersebut berfungsi sebagai jalan keluaran untuk melangsungkan air kebagian paling panas dari blok mesin dan kepala silinder.


c.       Jaket/ Kantong Air
Jaket air terdiri dari selubung/ pembungkus terluar, silinder, dan ruang pembakaran. Ruangan antara jaket air kiri dengan silinder rung bakar dan selubung merupakan ruang air tempat panas dikonversikan. Ruang jaket air diperluas untuk menyebarkan bagian logam yang terpanas dari bagiasn mesin seperti dudukan katup.
           

d.      Sumbat Penutup
Selama penuangan pada blokmesin, silinder mesin, dan kepala silinder, perlu untuk memberikan lubang dalam dua bagian besar. Lubang terletak pada didindingterluar dari kantong air. Oleh karena itu, harus disumbat. Sumbat/ penutup lubang jaket air diletakkan dalam blok mesin pada kepala silinder. Penyumbat dipasang dengan erat dalam masing-masing lubang bersama dengan sil/ penguat yang cocok dan efektif yang membentuk sebuah perapat air.
Berikut ini adalah jenis-jenis penyumbat lubang.
1)      Cangkir berbentuk langsing lebih besar dari lubang.
2)      Cakram atau disk bentuknya cembung dan langsing dan diameternya lebih kecil dari lubang.
3)      Uliran/ sekrup jenis yang lain ditemukan dalam beberapa mesin diesel dan mesin alat berat disekrupkan dalam lubang.

e.       Tutup Radiator
Semua kendaraan dipasang dengan menggunakan tutup radiator bertekanan. Sehingga mengakibatkan beberapa hal berikut ini.
1)      Radiator yang lebih kecil bisa digunakan.
2)      Pompa air lebih efisien.


3)      Pemanasan ditempat dapat dikurangi.
4)      Kehilangan air melalui evaporasi dapat dikurangi.
5)      Gelombang air dapat ditekan.
Tutup radiator adalah bagian dari katup tekanan dan berkedudukan lebih rendah dalam leher radiator adalah tempat katup. Ketika katup terkunci di leher, tekanan katup komplit, masing-masing katup mempunyai tingkat tekanan yang ditempelkan pada bagian atasnya. Masuk dalam katup tekanan adalah sebuah langkah kecil katup untuk mencegah terbentuknya tekanana rendah dalam sistem pendingin air.  


f.       Termostat (Alat Pengatur Panas)
Termostat mengijinkan mesin untuk memanaskan dengan cepat dan mengaturnya dalam temperatur yang sesuai. Hal ini dapat mencapai bentuk mesin yang lebih baik dan hidup mesin lebih lama. Termostat terletak dalam ruang aliran keluar air mesin. Ketika katup ditutup sirkulasi air melalui radiator dibatasi. Kepala katup dihubungkan ke elemen yang mudah panas yang dipanasi oleh air. Bila elemen panas ia akam memuai dan membuka katup, bila elemen dingin ia mengerut dan menutup katup. Selama katup menutup sirkulasi air berjalan terus.
Jenis-jenis Termostat
1)      Jenis bellows.
2)      Jenis wax

1)      Jenis bellows
Type ini digunakan dalam beberapa mesin pendinginan dengan udaara untuk mengoperasikan katup aliran udara, type ini digunakan pada awal adanya sistem pendinginan air tetapi tidak digunakan pada sisitem modern dengan pemberian tekanan.
2)      Jenis wax
Tipe ini digunakan dalam air pendinginan mesin, ini mungkin sebuah katup kupu-kupu, umumnya diletakkan pada sebuaruang kecil dibaut pada kepala silinder, pengukur suhu ditempelkan pada termostat atau pada katup, dibuka beberapa derajat lebih tinggi. Tingkat temperatur berarak anatara 76 ºC dan 94 ºC.





g.      Kipas dan Pengarah Panas
Untuk memastikan aliran udara yang benar melalui core/ inti radiator dan sekitar mesin, kipas dipasang dengan engkol mesin atau lewat sabuk fleksibel dan roda-roda puli. Beberapa pabrik menggunakan motor listrik untuk menghidupkan kipas. Kipas ini terdiri dari sebuah daun/ bilah yang terbuat dari baja tipis atau bahan plastik. Ketika baling-baling/ kipas berputar, bilah (blade) menggerakkan udara kedalam unit mesin.
Untuk melangsungkan aliran udara ke mesin, pengarah panas dipasang disekitar kipas. Pengarah tersebut menambai efisiensi kipas untuk mengurangi panas yang menyebar dan mncegah udara dalam ruang mesin.
1)      Pengontrolan Pengoperasian Kipas
Kipas memiliki tiga hal yang tidak menguntungkan terutapa ketika dihidupkan terus menerus.
a)      Berisik .
b)      Menyerap tenaga mesin sebesar 2-3 kuda.
c)      Ketika beroperasi atau tidak, pendinginan tetap diperlukan. Ketika mesin dinyalakan dalam kondisi dingin, kipas angin dengan segera menyaebarkan aliran udara dan menambah waktu pemanasan.



2)      Bilah/ daun kipas yang fleksibel
Bilah kipas yang fleksibel (lentur) terbuat dari plastik, sehingga ketika kecepatan bertambah sudut bilah digerakkan oleh tekanan udara. Metode ini mempunyai efek berikut.
a)      Operasinya tenang pada kecepatan mesin yang lebih tinggi.
b)      Sedikit tenaga yang diserap dalam kecepatan tinggi, bilah yang rata mrnggantikan sedikit udara dan untuk itu sedikit usaha diperlukan untuk memutar kipas.
Bilah plastik berbentuk lempeng, untuk mengurangi aliran udara diatas mesin dan juga bahan ditempatkan pada mesin oleh kipas.
3)      Penggerak Kipas Sentrifugal
Beberapa sistem direncanakan untuk melepas kipas pada kecepatan mesin tinggi pada saat maju kedepan maka mobil mempunyai pendinginan udara. Mekanisme demikian adalah cara mengukur panas yang dikontrol oleh cairan kopling yang mengubah kecepatan kipas dengan menyesuaikan dengan temperatur mesin.
4)      Kipas Elektrik
Kipas ditopang antara radiator atau kisi-kisi atau pada  mesin di sebelah radiator, digerakkan oleh motor listrik dan digerakkan oleh sebuah tombol yang peka temperatur dalam sistem pendinginan.

Keuntungannya
a) Pengoperasiannya hanya ketika diperlikan.
b) Bunyi gaduh dapat dikurangi karena tidak beroperasi terus menerus.
c) Tenaga tidak terus menerus mengalir dari mesin.
d) Kipas elektrik sering dipasang sebagai penggerak tambahan pada mesin ketika kendaraan                  digunakan secara ekstensif dalam kondisi panas.



h.      Selang-Selang Karet dan Penjepit/ Klem Selang
Selang karet membuat hubungan yang fleksibel antara mesin dan radiator atau komponen lainnya, seperti pemanas dan AC. Penguat penjepit selang karet digunakan untuk hal-hal berikut.
1)      Membalut permukaan
2)      Menjaga tekanan dalam sistem dengan menahan kelenturannya.
3)      Menjadi peredam suhu dalam sistem pendinginan.



Berikut ini adalah nama dari macam-macam selang.
a)      Selang radiator atas
1.      Menghubungkan bagian teratas dari radiator ke pengeluar (outlet) ruang pengukur panas.
2.      Menyalurkan air panas dari mesin ke radiator.
b)      Selang radiator bawah
1.      Menghubungkan bagian radiator terbawah ke saluran masuk pompa air.
2.      Menyalurkan air hangat dari radiator ke mesin.

c)      Selang bypas (ketika dipasang)
1.      Menghubungkan bagian lebih rendah pada ruang termostat ke sisi jalan masuk pompa air.
2.      Menyediakan sirkulasi pompa ketika termostat tertutup.

d)     Selang pemanas
1.      Digunakan untuk mengedarkan air ke pemanas kendaraan atau saluran masuk pompa.
2.      Satu selang menghubungkan bagian terendah ruang termostat atau kepala silinder dan melangsungkan air panas ke pemanas.
3.      Selang yang lain menghubungkan ke sisi jalan masuk pada pompa air untuk menyalurkan air hangat kembali ke mesin.
e)      Selang penjepit
Selang penjepit digunakan untuk melindungi kerapatan selang untuk macam-macam hubungan (pada ujung selang) .
Bebrapa jenis selang penjepit
1)      Jubile.
2)      Tipe sekrup.
3)      Tipe kancing atau spring.

i.        Sistem Tanda Bahaya (Peringatan) pada Temperatur
Sisitem ini dipasang dalam kendaraan bermotor, terdiri dari dua komponen utama yakni :
Unit pengirim :
1)      Unit disekrupkan pada jaket air pada blok mesin untuk mengedarkan zat pendingin sehingga dapat mengalir ke bola lampu.
2)      Unit ini terdiri atas tombol Off-On yang beroperasi ketika temperatur air mencapai nilai preset atau unit tahanan yang berubah ubah oleh temperaturair dan digunakan pada sirkuit penunjuk indikator.

j.        Botol Pelimpah
Botol pelimpah dipasang pada unit mesin di dekat radiator, dihubungkan oleh radiator dialirkan oleh selang karet, sering disebut sistem pemulihan.
Pendinginan botol atau tabung biasanya terbungkus plastik dan mempunyai tanda ″Add & Full ″ , untuk mengatasi kelebihan atau melimpahnya zat pendingin dari radiator ketika sistem pendinginan mulai panas, seperti sisitem pendinginan zat pendingin ditransfer kembali ke radiator melalui selang.
            Kegunaan botol pelimpah ini adalah untuk memelihara zat pendingin dan membuatnya lebih mudah untuk memeriksa tingkat derajat panas.
      






BAB 3
CARA KERJA KOMPONEN

A.    TUTUP RADIATOR
Cara kerja tutup radiator terdiri atas dua tahap, yaitu dikontrol berdasarkan kenaikan tekanan dan dikontrol berdasarkan penurunan tekanan.
1.      Pengontrolan Berdasarkan Kenaikan Tekanan
Untuk mengontrol sejumlah tekanan yang terdiri pada sistem pendinginan, tutup radiator disatukan dengan klep relief penekan, dengan sebuah pegas yang dibebani.
            Cara kerja dari klep tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Air memuai jika dipanaskan. Panas akibat pembakaran menyebabkan pengembangan.
2)      Pengembangan/ ekspansi ini mereduksi volume (memperkecil volume dari udara atau tekanan air pada atas rdiator).
3)      Pada tekanan tertentu, katup akan terbuka karena tekanan pegas.
4)      Pada tekanan ideal katup akan tertutup oleh pegas.
5)      Tekanan akan kembali pada nilai tertentu jika air telah panas.

2.        Pengontrolan Berdasarkan Penurunan Tekanan
Jika mesin pada posisi Off, air dalam sistem pendingan akan  menjadi dingin dan tekanan akan menurun. Jika tekanan pada udara luar menurun, sistem akan menutup.
Jika tekanan menurun dibawah tekanan udara luar, suatu kevakuman akan terjadi pada sistem. Kevakuman tersebut akan menyebabkan dua hal berikut.
1)      Lapisan radiator dan sambungannya akan bocor.
2)      Saluran dan komponen pada radiator akan sobek/ rusak.
Untuk mencegah kevakuman dari reaksi yang terjadi, tekanan atmosfir            harus diturunkan selama masuk sistem pendinginan. Hal ini akan membuat klep vakumdengan sebuah pegas terbebani (yang dipasang pada tutup radiator).
Sebagaimana tekanan pada sistem pendinginan drop (turun) dibawah tekanan udara luar, katup akan terbuka sehingga menekan pegas, udara akan melimpah/ keluar kedalam radiator atau air jika suatu botol pelimpah dipasang, jika tekanan pada sistem pendinginan sam dengan tekanan atmosfer, pegas menutup katupnya.

B.     TERMOSTAT
Adalah katup pengontrol panas yang dipasang pada blok mesin dan radiator bagian atas. Termostat memiliki fungsi berikut.
1)      Membatasi sirkulasi air selama temperatur pengoperasian mesin tercapai.
2)      Mengatur pertambahan sirkulasi air jika mesin beroperasi pada temperatur tersebut.
Termostat Wax akan menutup jika pada tabung metal disekeliling selubung
Fleksibel dimasukkan piston tirus. Jika termostat Wax telah panas, ia akan mengembang dan menekan selubung sehingga menjalankan piston tirus keluar dan selanjutnya akan membuka piston katupnya.
1)      Pegas akan kembali jika dikompresikan. Jika termostat Wax dingin, akan bergerak mundur dan menutup katup.
2)      Pegas pengembali akan menutup katup dan memegangnya.

C.    POMPA AIR
Sesuai dengan posisinya, kipas pompa secara lengkap dengan air jika mesin berhenti. Jika mesin distarter, akan terjadi hal-hal berikut.
1.      Kipas pompa berputar pada kira-kira kecepatan mesin. Kipas pompa ini digerakkan pada poros engkol.
2.      Putaran tenaga kipas dari air mengalir ke pusatnya/ tengah.
3)      Tekanan air pada sisi luar pompa mengakibatkan tekanan rendah pada pusatnya.
4)      Tenaga air pada daerah tekanan rendah akan melewati saluran masuk. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan tekanan pada saluran masuk pompa dan pusatdari kipas.
5)      Termostat akan membuka dan air akan bersikulasi dari mesin ke radiator, dari radiator ke pompa melalui saluran masuk kipas, dimana tekanan tersebut akan ke mesin.
6)      Seperti kecepatan mesin yang terdahulu, pompa memberikan tekanan yang menyebabkan air mengalir.
           
D.    RADIATOR
Aspek yang paling penting dari pengoperasian radiator adalah bahwa sebagaimana air didinginkan, alirannya lebih rapat dan turun (drop) dikarenakan gaya gravitasi. Rangkaian ini mengakibatkan gerakan berputar (sirkulasi) yang disebut Thermoshipon action. Metode pendinginan ini tidak lama digunakan sebabradiator yang kecil. Oleh sebab itu, gaya konveksi (rambatan) pada sistem pendinginan diharapkan dapat mengubah berat jenis air untuk membantu peredarannya.



1)      Air hangat dari mesin ditekan ke bagian atas radiator olrh pompa air.
2)      Air berpindah ke bagian bawah melewati tube (core/inti) radiator sehingga terjadi perbedaan tekanan pada bagian atas dan bawah yang disebabkan oleh tekanan pompa air. Hal tersebut mengakibatkan perubahan tekanan berat jenis air.
3)      Sebagaimana air yang melewati tube, panasnya akan diredam/ diserap melalui dinding tube, pipa inti radiator dan rusuk pendingin.
4)      Pada waktu yang sama, udara ditekan melalui tube dan rusuk oleh gerakan maju kendaraa dan kipas angin.
5)      Pada saat udara didinginkan oleh dinding tube dan rusuk pendingin, panas akan disemburkan/ dibuang ke udara luar.
6)      Air hangat tinggal di tangki bawah radiator dan masuk ke saluran pompa air.

E.     SISTEM PERINGATAN TEMPERATUR
1.      Jenis Sakelar
Unit pengukur ini digunakan dengan sebuah lampu belakang dan mempunyai satu unit kontak. Satu unit kontak dipasang pada sebuah logam tipis (bilah tipis) dan lainnya pada bodi alat pengukur. Logam tipis/ lempengan bimetal diisolasi pada bodinya yang dilengkapi sebuah penghubung, kabel LT dari lampu.
1)      Sebuah kontak akan terbuka jika air menjadi dingin sehingga menyebabkan rangkaian/ sirkuit kelistrikan akan terbuka dan masa kembali ke lampu. Jika penyalaan (ignition) di-On-kan maka lampu tidak akan menyala.
2)      Jika air telah panas, bimetal mulai mulai membengkok dan terdapat pada celah kontak.
3)      Pada waktu menyetel temperatur, pada umunya dibawah titik didih sistem pendingin, kontak akan menutup.
4)      Lampu akan menyala, sirkuit akan tersambung lengkap bila ignition (penyalaan) On, ini memberi peringatan kepada pengemudi bahwa mesin terlalu panas.

2.      Jenis Tahanan Bervariabel
Unit pengukur menggunakan suatu pengukur dan mempunyai sebuah tahanan yang bervariabel dalam bola lampu. Ujung satu dari tahanan diisolasikan dari bodi pengukur dan dipasangkan ke kabel LT dari pengukur. Ujung yang lain dipasang pada bodi pengukur.
1)      Jika harga/ nilai tahanan tinggi maka air menjadi dingin.
2)      Jika igniton (sistim penyalaan) On, arus mengalir dalam sirkuit pengukur adalah rendah sewaktu tahanan menjadi tinggi, jarum pada pengukur tidak bergerak atau tinggal pada posisi dingin dari skala pengukur.
3)      Bila air menjadi panas, nilai tahanan berkurang dan menyebabkan aliran arus akan naik pada sirkuit pengukur, jarum pada pengukur mulai bergerak maju ke posisi panas dari skala.
4)      Pada penyetelan temperatur, secara umum pada titik didih dari sistem pendingin, tahanan nilainya tetap dan jarum pengukur bergerak penuh dari skala ke aliran arus yang tinggi.

















BAB 4
PERAWATAN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL

​            Radiator mobil adalah salah satu bagian penting untuk proses pendinginan mesin. Oleh karenanya radiator wajib untuk terus di cek dan diperiksa setiap kali anda hendak mengunakan mobil Anda. Radiator juga berkompeten terjadi pengendapan Lumpur didalamnya, yang bisa menyumbat kelancaran sirkulasi air. Bagi Anda yang ingin coba-coba melakukan perawatan ringan radiator, tips dibawah ini mungkin berguna untuk Anda ketahui. 

Ikuti langkah-langkah berikut :

1.Kuras seluruh isi Radiator.
            Buka petutup lubang pengisian Radiator bagian atas, kemudian buka Lubang pembuangan radiator yang terletak di bagian kanan/kiri bawah Radiator. Kosongkan air radiator lewat lubang pembuangan ini.

2.Bilas Radiator.
            Setelah air terkuras semua, biasanya masih ada sisa air yang terjebak di ruang mesin sekitar 1-2 liter, untuk itu anda harus membilasnya. Caranya Tutup kembali lubang pembuangan air Radiator, isi radiator dengan air aki botol biru (bukan accu zuur) hingga penuh (lubang pengisian jangan ditutup, untuk mengetahui jika ada kekurangan air akibat udara yang terjebak di dalam mesin dan baru keluar saat mesin dijalankan, tambahkan air jika berkurang). Nyalakan mesin hingga mencapai suhu ideal, TERMOSTAT baru akan terbuka  pada suhu ini dan air bisa bersirkulasi sempurna dari ruang mesin ke Radiator, biarkan mesin menyala hingga +/- 15 menit, matikan mesin dan biarkan agak dingin, kuras air seperti langkah no.1, anda bisa mengulangi langkah no. 2 sebanyak sekali atau 2 kali lagi jika perlu.



3.Pengecekan Akhir
Langkah terakhir setelah yakin bahwa ruang mesin, radiator dan jalur sirkulasinya cukup bersih dari air mineral/tanah, tutup kembali lubang pembuangan dengan kekencangan secukupnya, lebih baik lagi jika lubang pembunagan dililit seal tape untuk menghindari rembesan.























BAB 5
SERVICE DAN PENYETELAN

Sistem pendinginan adalah salah satu dari sekian banyak sistem yang vital dari kendaraan bermotor. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan yang teratur dan servis kecil atau penyetelan ketika diperlukan.
Servis umum adalah sebagai berikut.
1) Pemeriksaan kondisi komponen-komponenya.
2) Pemeriksaan tingkat pendinginan.
3) Pemeriksaan kondisi dan tegangan sabuk kipas.

A. PEMERIKSAAN VISUAL
Untuk melihat komponen dari sistim pendinginan, prosesnya adalah sebagai berikut.
1)      Parkir kendaraan pada permukaan yang rata.
a)      Gunakan rem parkir.
b)      Pilih bak proseneling pada posisi netral, pasang pada bak proseneling otomatis.
c)      Topang roda bila perlu.
2)      Naikkan tutup mesin dan topang penyangganya.
3)      Tempatkan penutup atas diatas penopang.
4)      Periksa daerah berikut dariu kebocoran.
a)      Sambungan antara selang dan komponennya.
b) Sumbat penutup.
c) Tutup pompa air.
d) Core/ inti radiator dan sambungan tangkinya.
e) Gasket atau paking kepala silinder.
f) Unit sensor/ sender dan kabel busi.
5) Periksa semua selang, apakah mengalami pembengkokan, kekerasan, keretakan dan pembusukan, serta tercampurnya minyak.
6) Kontrol minyak bak engkol dari kontaminasi (tercampurnya) dari air.
a) Lepaskan tongkat pengukur oli.
b) Amati warna oli, tidak boleh berwarna abu-abu atau putih susu.
c) Amati tetes air, endapan, atau kelebihan oli di tongkat pengukur.
7) Periksa inti radiator terhadap gangguan seperti : kotoran, daun, minyak, serangga, daun kipas yang bengkok, dan bilah kipas rusak.
8) Kontrol kipas terhadap kelonggaran, kerusakan, dan kebengkokkan.
9) Kontrol sabuk kipas.


B.     PERMUKAAN AIR RADIATOR
Permukaan air harus diperiksa secara teratur. Pemeriksaan lebih baik dailakukan sehari sebelum perjalanan pertama. pada kendaraan yang dilengkapi dengan botol pelimpah, periksa permukaan air pendingin antara tanda tambah dan penuh (Add-full). Pada sistem yang lain perlu melepaskan tutup radiator.
Berikut ini adalah cara melepas tutup radiator.
1)      Putar tutup ¼ putaran.
2)      Tekan tutup kua-kuat ke bawah hingga lonjakan tekanan terasa.
3)       Putar tutup sejauh ¼ putaran, pertahankan tekanan.
4)      Lepaskan tutup.
Ketika melepaskan tutup radiator dari mesin dalam keadaan panasn prosesnya sebagai berikut.
1)      Gunakan waktu untuk mendinginkan mesin bila mungkin.
2)      Letakkan kain tebal atau kain lap diatas tutup radiator.
3)      Putar tutup radiator pelan-pelan berlawanan arah jarum jam ¼ lingkaran.
4)      Tunggu sampai semua tekanan bebas/ berkurang banyak.
5)      Tekan tutup ke bawah dengan kuat dan putar sejauh ¼ lingkaran.
6)      Lepaskan tutup.
Zat pendingin dapat ditambahkan ke radiator sampai tingkat yang cocok yang bisa diperoleh. pabrik kendaraan biasanya mengkhususkan permukaan yang dipertahankan oleh zat pendingin dalam radiator.
            Pada kendaraan yang dilengkapi dengan botol pelimpah, tingkat pendingin dikontrol melalui tabung plastik yang tembus pandang dan tingkat pertahanan antara tanda khusus. Tutup radiator harus dilepas secara berkala ketika mesin dingin akibat sistem yang telah penuh.
Melepas Tutup Radiator
            Tutup biasanya terjamin oleh cara penjepitannya yaitu dua baja di bawah tempat tutup kedalam dua lubang dalam leher pengisi radiator.
a)      Letakkan tutup pada leher radiator dan gunakan tekanan kuat ke bawah.
b)      Putar tutup searah jartum jam kira-kira ¼ putaran.
c)      Pastikan tutup berada diatas perhentian dengan baik.
d)     Putar tutup sejauh ¼ putaran sampai katup tekanan berkedudukan secara benar.

C.    SABUK KIPAS
Kondisi dan tegangan sabuk kipas harus dikontrol secara teratur. Kerusakan yang tidak di kontrol secara teratur akan menyebabkan panas yang berlebihan.
Sabuk kipas harus dikontrol untuk mengetahui hal-hal berikut.
1)      Pelapisan
Pelapisan ini ditunjukkan oleh permukaan yang mengilap pada sisi sabuk yang disebabkan oleh adanya gesekan yang terus-menerus. Oleh karena itu, sabuk harus diperbarui.
2)      Kedudukan yang tidak tepat dalam roda puli
Kedudukan yang tidak tepat pada roda puli disebabkan oleh penggunaan atau ukuran yang tidak sesuai sebelum dipasang. Sabuk harus diperbarui.
3)      Sabuk yang rusak
a)      Kerusakan dapat berupa keretakan pada bagian dalam sabuk atau terurainya kain karet penutup. Sabuk harus diperbarui.
b)      Minyak mesin yang menetes ke sabuk akan merusak dan menyebabkan sabuk selip.
c)      Puli aus yang digunakan terlalu dalam kedudukannya/ letaknya akan menyebabkan sabuk membungkus puli dan sobek.


4)      Sabuk kipas longgar
a)      Sabuk kipas yang longgar menyebabkan sabuk menjadi terentang.
b)      Sabuk harus disetel sesuai petunjuk pembuatannya atau seperti diuraikan dalam bagian berikut.
c)      Bila sabuk masih kendor setelah semua penyetelan dilakukan, maka harus diperbarui.
Untuk menyetel sabuk kipas adalah sebagai berikut.
a)      Longgarkan baut poros dan penyetelan klem baut penjepit.
b)      Ikat pengganti
c)      Pererat baut penjepit.
d)     Pererat baut poros.
Ketika menggunakan pengungkit yang menperoleh tegangan yang tepat, gunakan pengungkit kayu dan gunakan kekuatan untuk pengganti kait depan dan belakang.
Jumlah penyetelan yang diperlukan diukur oleh penyimpangan sabuk atau oleh penggunaan alat pengukur tegangan sabuk. Pembengkokan sabuk biasanya diukur oleh penggunaan/ pemakaian tekanan tepat pada sabuk antara dua roda puli khusus. Jarak sabuk dapat dibelokkan harus sesuai dengan spesifikasi pembuatannya. 









BAB 6
PENAGANAN DARURAT RADIATOR MOBIL PADA SAAT MOBIL SEDANG DIGUNAKAN BERJALAN

Jika mesin mobil menjadi panas secara drastis, saatnya Anda mengecek kondisi air radiator mobil. Sebab, berkurangnya air radiator bisa disebabkan oleh penguapan dan kebocoran.
Penguapan adalah hal yang umum terjadi. Namun, jika air radiator berkurang dengan cepat dan suhu meningkat tajam dalam waktu singkat, kemungkinan terjadi kebocoran dalam radiator mobil Anda. Maka dari itu, perawatan radiator patut di perhatikan.
Radiator adalah komponen yang berfungsi sebagai pengatur suhu mesin. Di dalamnya, terdapat air radiator ( water cooling system) yang bertugas mendinginkan mesin. Untuk mencegah korosi, air radiator perlu diganti secara berkala. Kebocoran dalam sistem terjadi ketika air radiator terhisap masuk ke ruang bakar atau masuk ke dalam sistem pelumasan.
Anda bisa mengecek kondisi oli terlebih dahulu. Apabila warna oli berubah seperti susu, tandanya air telah masuk ke dalam sistem pelumasan. Jika warna oli tidak berubah, kemungkinan air terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
Ada baiknya mengisi air radiator dengan air murni H2O. Air murni H20 bisa didapat di bengkel dan toko otomotif. Ciri-ciri air murni adalah bertutup biru dengan keterangan ” bisa digunakan untuk air radiator”.
Alternatif lainnya, gunakan radiator coolant. Radiator coolant berfungsi sebagai pelumas,memperlambat terjadinya korosi, dan meningkatkan titik didih air. Jika menggunakan coolant untuk radiator, sebaiknya tidak mengganti-ganti merek untuk menghindari reaksi kimia antar merek. Anda juga bisa menggunakan campuran antara air murni dan radiator coolant untuk mengisi air radiator. Dengan demikian, radiator Anda akan tetap awet, tidak mudah bocor, dan tidak mudah panas.
Pada kondisi darurat, dengan kondisi mesin panas, anda dapat memeriksa dan menambah air radiator dengan cara berikut, ini:
1)      Hentikan kendaraan Anda ditempat yang aman
2)      Biarkan mesin dalam keadaan hidup
3)      Buka tutup mesin
4)      Ambil kain atau lap dan basahkan dengan air, kemudian putar tutup radiator perlahan-lahan hingga udara panas dalam radiator mengalir keluar.
5)      Biarkan air keluar dari tekanan radiator keluar hingga terhenti.
6)      Buka tutup radiator
7)      Tambahkan air kedalam radiator sampai penuh
8)      Injak pedal gas
9)      Tambahkan air kembali kedalam radiator
10)  Tutupkan kembali tutup radiator
11)  Mobil sudah siap dipakai kembali

Penting untuk diperhatikan
“Jangan sekali-kali Anda menambah air radiator pada saat mesin panas dalam keadaan mesin mati.”
            Karena kemungkinan besar Anda akan terkena semburan air panas yang keluar dari lubang radiator saat air diisi. Kulit bisa melepuh jika terkena cipratan air radiator. Hal ini terjadi karena tekanan air didalam radiator lebih besar dari tekanan udara diluar radiator, hingga air akan menyemprot keluar.












BAB 7
MERAWAT DAN MENCEGAH KEBOCORAN PADA RADIATOR

http://www.kiosban.com/wp-content/uploads/2011/11/radiator1-300x215.jpgRadiator merupakan suatu bagian dari sistem komponen pendingin yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin kendaraan supaya tetap normal, apabila komponen yang satu ini tidak berfungsi dengan baik maka dampak yang akan dialami oleh kendaraan anda adalah overheating atau panas berlebih pada mesin yang bisa berakibat  sangat fatal pada yaitu semua komponen dalaman mesin terutama klep atau katup masuk dan buang bahan bakar serta komponen lainnya  akan mengalami pemuaian yang berlebihan dan dapat dipastikan kendaraan anda pasti akan turun mesin.
Dampak dari pemaparan diatas, hal yang paling ditakuti pengemudi dalam berkendaraan terumata jika anda melakukan perjalanan jauh terlebih lagi pada malam hari adalah salah satunya penyakit yang ditimbulkan radiator beserta efek sampingnya yaitu radiator bocor yang disebabkan oleh korosi atau karat pada permukaan sirip pendingin pada radiator, juga kemungkinan oleh benda-benda lain dijalanan seperti batu yang terlempar dari ban keradiator sehingga menyebabkan kebocoran. Dapadapat dipastikan anda mau tidak mau harus berhenti serta menepikan kendaraan. Untuk menjaga dan merawat radiator kendaraan anda, tips berikut ini mungkin bisa membantu anda.
1. Bila kendaraan masih dalam kondisi baru sebelum anda mengisi air radiator, pastikan anda menambah cairan zat kimia kedalam radiator mobil anda (radiator coolant) kemudian tambahkan air hingga radiator anda penuh. Cairan tersebut efektif membantu mencegah terjadinya korosi pada radiator serta saluran jacket pendingin pada mesin sehingga anda tidak perlu khawatir akan korosi yang ditimbulkan oleh air yang digunakan untuk mengisi radiator mobil anda.
2. Bila kendaraan anda telah lama alias bukan baru lagi, maka proses bisa jadi akan bertambah panjang karena berhubung sudah terjadi proses korosi pada saluran jacket pendingin mesin dan radiator anda maka proses yang anda mesti lakukan adalah dengan cara menguras radiator anda. Untuk menguras radiator anda bisa lakukan sendiri dengan menggunakan cairan kimia bernama radiator flush, hal ini dilakukan untuk melepaskan korosi pada saluran jacket pendingin mesin dan radiator mobil anda. caranya :
a. Buang semua air radiator mobil anda dengan jalan membuka penutup keran pada bagian bawah radiator hingga benar benar kosong dan tutup kembali keran tersebut.
b. Lalu masukan setengahnya cairan kimia radiator flush kedalam radiator anda dan tambahkan air hingga penuh kemudian hidupkan mesin kurang lebih 20 menit. Setelah 20 menit berlalu matikan mesin dan buang semua cairan dalam radiator anda dengan jalan membuka keran radiator anda bagian bawah.
c. Jika radiator telah kosong tutup kembali keran dan masukan air bersih tanpa cairan kimia dan hidupkan mesin selama 5 menit setelah itu buang kembali, proses ini dilakukan hingga 10 kali dengan durasi 5 menit.
d. Setelah 10 kali sudah dibilas dengan air bersih maka masukan kembali sisa cairan kimia radiator flush anda tersebut seluruhnya dan lakukan seperti pada proses diatas (a-c).
e. Setelah anda selesai baru masukan cairan kimia radiator coolant dan isi dengan air bersih ke dalam radiator anda
Untuk trik darurat radiator bocor jika sampai terjadi suatu saat nanti, cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan jalan membeli sebungkus sabun colek atau sabun cream di warung dan oleskan pada bagian radiator yang mengalami kebocoran dan tunggu hingga kering, dimana biasanya jika radiator dalam keadaan setengah panas atau hangat paling lama juga membutuhkan beberapa menit saja  kurang dari 5 menit sedangkan untuk jarak tempunya. Anda pasti akan terkejut ,asalkan sabun cream yang di oleskan benar benar kering.




DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.1994. Rangkuman Bahasan Reparasi Teknik Mobil. Bandung: PT Tarsisto.
Daryanto. 1999. Reparasi Sistem Pendinginan Mesin Mobil. Jakarta: Bumi Aksara.
Daryanto. 1993. Teknik Pemeliharaan Mobil Pemeriksaan Dan Perbaikan. Jakarta: Bumi Aksara.
www.kiosban.com/ tips-perawatan-dan-pencegahan-kebocoran-pada radiator. Diakses pada 11-12-2012 pukul 07.48 pm
  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar